welcome
welcome n' join
Tampilkan postingan dengan label pemikiran remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran remaja. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Februari 2012
missunderstanding
hmm.. memanglah satu kata ini luar biasa. salah faham. sama aja salah persepsi, salah menginterpretasi. sebenarnya itu terjadi karena pola pikir seseorang dengan yang lainnya berbeda. jadi itu sangat wajar. saya punya cerita. cerita ini sangat tragis tapi sebenarnya lucu. tulisan yang maksudnya untuk menghibur diri sendiri eh tau-tau menjadi kayu bakar buat orang. sebenarnya saya merasa menyesal juga dan merasa bersalah. secara tidak sengaja telah menimbulkan konflik. ini memang di luar kendali saya. yang anehnya lagi ini malah jadi topik hangat untuk sebagian besar orang. saya mengerti. kalau saya di posisi mereka, mungkin juga bakal begitu. tapi haruskah itu terjadi. kalau memang bermasalah dengan saya, kenapa tidak tanya saya saja?. yang paling penting Tuhan tau. tapi saya jadi kurang suka kalau harus di sindir-sindir begitu. kan seperti anak kecil. ini cukup menjadi pelajaran buat saya. kalau menulis itu juga harus tau kira-kira interpretasi apa yang akan muncul dari pihak lain. tidak semua yang kita pikirkan itu sama dengan yang orang lain fikirkan. ini memang sebuah masalah. masalah yang muncul akibat kesalahpahaman. kemudian di kait-kaitkan. yuups, persis seperti yang saya pikirkan. yang penting ketika orang lain emosi, saya tetap harus menjaga diri. saya adalah orang yang sangat negatif thinking. mulai sekarang saya harus positif thinking. yang saya tidak habis pikir, kenapa masalah ini di besar-besarkan? ahh pertanyaan konyol. iyalah, orang kalau belum mencapai tujuannya gak akan pernah berhenti. semoga saja masalah ini cepat selesai. kesimpulannya, mereka sama seperti saya. sensitif. dan kita sama-sama manusia.
Rabu, 07 Desember 2011
lilin
hidup ini percis seperti lilin yang terbakar..
mencair,
kemudian beku, ,
dan kembali lagi ke bentuk semula, meski tidak utuh..
kita bisa membentuk lilin itu menjadi bentuk baru atau bentuk semula sesuka hati kita,
tapi tetap saja dia mengalami siklus yang sama.. berulang-ulang..
hal yang tidak sanggup kita pikirkan akan semua jenis metafora hidup dan ironisnya pemikiran manusia terlalu beragam. sehingga sulit untuk menemukan satu cakupan makna yang mewakili semuanya. maksud dan tujuan yang biasa berjalan beriringan pun harus terpisah. cukup enggan untuk dapat mengartikan hidup ini semuanya memiliki defini yang berbeda-beda meski tujuan akhirnya sama.
mencair,
kemudian beku, ,
dan kembali lagi ke bentuk semula, meski tidak utuh..
kita bisa membentuk lilin itu menjadi bentuk baru atau bentuk semula sesuka hati kita,
tapi tetap saja dia mengalami siklus yang sama.. berulang-ulang..
hal yang tidak sanggup kita pikirkan akan semua jenis metafora hidup dan ironisnya pemikiran manusia terlalu beragam. sehingga sulit untuk menemukan satu cakupan makna yang mewakili semuanya. maksud dan tujuan yang biasa berjalan beriringan pun harus terpisah. cukup enggan untuk dapat mengartikan hidup ini semuanya memiliki defini yang berbeda-beda meski tujuan akhirnya sama.
Minggu, 04 Desember 2011
delusi
selama ini ternyata semua hanya delusi? tidak nyata. semua hanya ada dalam pikiran ku saja. sejak kapan sih aku mengarang cerita tentang hidup aku, sejak kapan aku mulai mengandalkan feeling aku ini? aku benar-benar tidak ingat. aku bingung. sebenarnya keanehan ini faktor eksternal apa internal? hanya ada dalam pemikiranku ataukah memang keadaannya seperti ini. aku benar-benar butuh psikiater. bukan karena aku gila. tapi ada hal yang tidak aku mengerti. seperti sesuatu yang mengendalikan emosi ku. terkadang aku bisa berpikir jernih, dan terkadang pikiran aku seperti tidak jelas, kalut. bahkan aku sering membandingkan dua hal, menerka-nerka yang mana yang benar dan mana yang salah. selalu berandai-andai. sesuatu yang belum atau tidak terjadi selalu ada dalam pikiran aku. mungkin ini efek dari negatif thinking. trus negatif thinking itu apa penyebabnya? mungkin karena aku tidak mempercayai orang lain? kenapa aku tidak percaya sama orang lain? karena mereka bukan aku. aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran mereka. aku tidak bisa mengendalikan pikiran mereka. aku tidak bisa membuat mereka sepertiku. seperti yang aku inginkan. trus kenapa aku ngotot pengen mereka seperti aku? ahh pusing, kenapa kayak gini sekarang. semakin menjadi-jadi. jalan yang panjang terkadang menyesatkan. aku ingin keluar dari situasi ini. miris sekali. aku takut gagal.
xixixii
huuuuft.. untung aku cepat kabur abis buka facebook orang. ngeri ahh kalau ketahuan sama yang empunya. udah pernah soalnya. malu kali, gak tau mau tarok dimana muka ini. entah kenapa kalau buka fb gak enak rasanya kalau nggak buka facebooknya dia. hahaaa..
coba kalau tadi aku ketahuan, rasanya gak mau lagi aku ke kampus. ya ampuuun pasti maluu kali. udah nimar. ntik jangan buka2 lagi. suka sekali ya sama yang menantang bikin deg-degan.. huuuh.. emanglah ni penyakit dah kambuh lagi. dah mulai balek lagi ke diri sendiri, pelan-pelan. tapi pastii. aku yakin, dan aku senang dan merasa tenang. aku ternyata masih bisa kembali kayak dulu lagi. orang yang super cerewet, ribut, iseng dan juga suka yang aneh-aneh. aku yang sebenarnya bukanlah wanita yang feminim yang resepsionis. aku yang sebenarnya adalah wanita yang perkasa, kuat, tegar, dan juga bukan pemalu. huh cinta ternyata telah mengubahku. niatku untuk menjadi wanita yang sempurna yang identik dengan cewek abis membuat aku hidup gak tenang. kenapa selama ini aku nggak jadi diriku sendiri. kenapa aku harus berubah kayak gini. hidup dan cinta memang aneh. kadang berjalan beriringan dan terkadang berlawanan arah. yang pasti aku sangat bersyukur, jalanku masih bisa berputar-putar yang bisa bikin pusing tujuh keliling.xixixi.
hoaaaaaammzz.. aku ngantuk, tapi aku harus buat tugas dulu lah. semangat !!!
coba kalau tadi aku ketahuan, rasanya gak mau lagi aku ke kampus. ya ampuuun pasti maluu kali. udah nimar. ntik jangan buka2 lagi. suka sekali ya sama yang menantang bikin deg-degan.. huuuh.. emanglah ni penyakit dah kambuh lagi. dah mulai balek lagi ke diri sendiri, pelan-pelan. tapi pastii. aku yakin, dan aku senang dan merasa tenang. aku ternyata masih bisa kembali kayak dulu lagi. orang yang super cerewet, ribut, iseng dan juga suka yang aneh-aneh. aku yang sebenarnya bukanlah wanita yang feminim yang resepsionis. aku yang sebenarnya adalah wanita yang perkasa, kuat, tegar, dan juga bukan pemalu. huh cinta ternyata telah mengubahku. niatku untuk menjadi wanita yang sempurna yang identik dengan cewek abis membuat aku hidup gak tenang. kenapa selama ini aku nggak jadi diriku sendiri. kenapa aku harus berubah kayak gini. hidup dan cinta memang aneh. kadang berjalan beriringan dan terkadang berlawanan arah. yang pasti aku sangat bersyukur, jalanku masih bisa berputar-putar yang bisa bikin pusing tujuh keliling.xixixi.
hoaaaaaammzz.. aku ngantuk, tapi aku harus buat tugas dulu lah. semangat !!!
Minggu, 18 September 2011
kata hati atau perasaan?
Setiap manusia sudah pasti punya hati dan perasaan, maka yang manakah yang harus di utamakan?
saya sendiri kewalahan memikirkannya. Setiap hal mengalami perubahan dan dinamis. Salah satunya prinsip hidup, ketika kita berkomitmen terhadap sesuatu maka itu akan menjadi janji dan aturan bagi diri kita sendiri. Yang namanya janji harus ditepati dan yang namanya aturan haruslah ditaati. Tapi, apakah dua hal tersebut tidak harus mengalami "terjebak dalam kontradiktif"? jawabannya, "TIDAK". Di dunia ini, semua bersifat fana dan tidak kekal, begitu pula dengan prinsip hidup kita. Terkadang kita harus toleran dan melanggar janji. Karena prinsip hidup yang kita buat itu bisa jad berdasarkan perasaan kita semata. Karena terjebak dengan sesuatu hal, maka kita terpaksa untuk melanggar untuk hal yang lebih diutamakan, hal itu adalah takdir ALLAH SWT. Sebagai contoh, saya berpacaran. saya berkomitmen atau berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak CLBK( tahu kan, istilah anak muda Cinta Lama Bersemi Kembali) setelah putus, biarpun merasa sakit setelah kehilangan( jika masih punya rasa). Tapi kita tidak tahu kehendak Tuhan, bisa jadi dia adalah benar jodoh kita, kita mau tidak mau harus kembali padanya. Tapi, yang harus kita pegang teguh adalah 2 hal. Pertama, jika kita punya punya prinsip hidup atau komitmen. Kita harus usahakan istiqamah akan hal itu, karena akan menjadi latihan bagi diri sendiri bagaimana cara melawan perasaan dan mengikuti keinginan hati. Hampir sama dengan melatih keimanan kita yang labil. Kedua, jika memang Allah berkehendak, maka kita tidak akan bisa melawan, semua secara otomatis terjadi saja. Seperti yang kita tahu, " kun faya kun" , terjadi maka terjadilah. Kalau hal ini memang kejadian, apakah kita harus tetap berpegang teguh pada pendirian ? semua tergantung pribadi, tapi kata hati itu lebih bijaksana dari perasaan. Perasaan normalnya berkaitan dengan emosi, dan emosi tidak selamanya baik. Emosi kebanyakan adalah hembusan akal setan, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
saya sendiri kewalahan memikirkannya. Setiap hal mengalami perubahan dan dinamis. Salah satunya prinsip hidup, ketika kita berkomitmen terhadap sesuatu maka itu akan menjadi janji dan aturan bagi diri kita sendiri. Yang namanya janji harus ditepati dan yang namanya aturan haruslah ditaati. Tapi, apakah dua hal tersebut tidak harus mengalami "terjebak dalam kontradiktif"? jawabannya, "TIDAK". Di dunia ini, semua bersifat fana dan tidak kekal, begitu pula dengan prinsip hidup kita. Terkadang kita harus toleran dan melanggar janji. Karena prinsip hidup yang kita buat itu bisa jad berdasarkan perasaan kita semata. Karena terjebak dengan sesuatu hal, maka kita terpaksa untuk melanggar untuk hal yang lebih diutamakan, hal itu adalah takdir ALLAH SWT. Sebagai contoh, saya berpacaran. saya berkomitmen atau berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak CLBK( tahu kan, istilah anak muda Cinta Lama Bersemi Kembali) setelah putus, biarpun merasa sakit setelah kehilangan( jika masih punya rasa). Tapi kita tidak tahu kehendak Tuhan, bisa jadi dia adalah benar jodoh kita, kita mau tidak mau harus kembali padanya. Tapi, yang harus kita pegang teguh adalah 2 hal. Pertama, jika kita punya punya prinsip hidup atau komitmen. Kita harus usahakan istiqamah akan hal itu, karena akan menjadi latihan bagi diri sendiri bagaimana cara melawan perasaan dan mengikuti keinginan hati. Hampir sama dengan melatih keimanan kita yang labil. Kedua, jika memang Allah berkehendak, maka kita tidak akan bisa melawan, semua secara otomatis terjadi saja. Seperti yang kita tahu, " kun faya kun" , terjadi maka terjadilah. Kalau hal ini memang kejadian, apakah kita harus tetap berpegang teguh pada pendirian ? semua tergantung pribadi, tapi kata hati itu lebih bijaksana dari perasaan. Perasaan normalnya berkaitan dengan emosi, dan emosi tidak selamanya baik. Emosi kebanyakan adalah hembusan akal setan, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)