welcome

welcome n' join

Rabu, 06 November 2013

BAGIAN DUA

Hari terakhir, SIKAT.

                “mediiiiiiiiiiiiiiiisss”, sontak, aku mendengar teriakan mentor di baris ujung, aku pun segera berlari sebelum “mediiiiiiiiiiiiiiiiss” teriak mentor cewek pas disamping aku. Aku pun bingung, tapi segera menolong mahasiswa baru yang sudah jatuh terkulai lemah didepan mataku. “ahh biar yang satu lagi di tangani anggota medis lain” batinku. Aku segera mengangkat tubuh lemah itu dengan beberapa panitia cewek lain yang baru datang setelah mendengar teriakan. Sambil terengah-engah dan berusaha menguatkan diri kami menggotong pasien yang malang ke pos sementara. Baru juga kami menurunkan si pasien, tiba-tiba terdengar lagi teriakan mentor memanggil panitia medis. “aishhh” aku pun geram. “ kok bisa mahasiswa baru sekarang ayam sayur semua”. Segera ku berlari ke lapangan. Sampai di TKP, si mahasiswa baru sudah digotong beberapa panitia cowok, kebetulan pasien kali ini pasien cowok. Busettt, si pasien tiba-tiba kentut. Lengkap sudah penderitaanku. Belum juga menarik nafas, “mediiissss cewek” teriak kakak mentor beberapa meter dari aku berdiri. Di situ cuma ada aku, jadi terpaksa aku berlari ke situ meski kakiku sudah bergetar karena kelelahan. Ternyata mahasiswa baru ini sesak nafas hebat. Wahh “ tanduuuu, tanduuuu”. Segera beberapa panitia cowok berlari ke arah kami sambil membawa tandu. Si pasien buru-buru di angkat ke tandu, aku berusaha melepas tas si pasien yang cukup berat, tapi gagal, tandu pun keburu di bawa lari, akhirnya aku ikut berlari-lari sambil memegang tas si pasien yang masih tersangkut dengan tangan si pasien yang di atas tandu.
Sampai di pos utama pasien di turunkan, aku memilih tinggal dipos utama untuk beristirahat di sana. Kebetulan ruangan ber-AC. Asik kali. Satu jam kemudian, aku kembali ke lapangan. Barisan senam tengkorak sudah bubar menjadi barisan perkelompok seperti upacara bendera. Teriakan-teriakan maut itu pun untungnya sudah reda. Huuft. Bukan mahasiswa baru saja ternyata yang syok dan terkaget-kaget dengan sumpah serapah sang mentor. Panitia juga. Aku salah satunya. Di pos sementara lah, untuk kesekian kali aku melihat abang arah jam 9. Kali ini dia memakai kaos hitam ngepas. aku memperhatikannya tanpa sekalipun mengedipkan mata. “dia sangat manis” batinku sambil tersenyum. Aku merasa sangat senang sampai bibirku tertarik 2 cm ke atas. Hehee. Abang arah jam 9 itu sibuk dengan tugasnya sebagai mentor. Ya tentunya teriak-teriak. Aku bangkit dari tempat dudukku, dan memilih berpanas-panasan di lapangan agar bisa melihat abang arah jam 9 lebih dekat. Hhmm 15 meter lah jarak kami berdua. Aku terus melihatnya berharap dia melihat ke arahku. Nihil. “aisshhh, itu orang kok konsisten banget jadi mentor. Huuft” aku kesal sendiri.
Beberapa saat kemudian, barisan pun bubar. Aku juga ikutan bubar, dan kembali ke pos sementara. Sedangkan mahasiswa baru disuruh membuat lapak seperti hari kemaren untuk beristirahat sambil berlatih lagu teknik dan berlatih hormat teknik. Mataku yang agak kecil semakin menyipit menyusuri daerah sekeliling mencari posisi abang arah jam 9. Yapp. Kali ini dia memilih lapak yang berbeda dari kemaren. Sekarang dia dan kelompok maba-nya itu memilih tempat di bawah parkiran mobil. Aku segera mencari posisi yang pas untuk menontonnya. Hehee (ahh aku benar-benar penguntit).
8 meter. Jarak aku berdiri dengan abang arah jam 9 yang sedang memberi ceramah kepada mahasiswa baru kelompoknya. Entah apa yang dibicarakan. Ahh aku tidak mau peduli topik apa itu. Yang penting aku bisa melihat abang arah jam 9, walau yang keseringan tampak bagian punggungnya.
Sepertinya dia cukup pintar berbicara. Tiba-tiba aku di kejutkan oleh temanku disamping yang tiba-tiba berbicara kepadaku. “ heh.. kok bengong, kesambet nantik, liat apasih” tanyanya ingin tau. Aku gelagapan. “emm.. ga, cuman liat mahasiswa baru”. Satu kawan lainnya menimpali, “seeh, belanja ya?” hahaaaa, “ hah.... emmm, hahaaaa” aku menjawab sekenanya sambil tertawa tidak mengerti.
“mbak, kayaknya aku ada suka deh sama cowok disitu,” kataku kepada satu kawan yang sering dipanggil “mbak” itu. Kami seangkatan dan sebaya dengan si mbak. Tapi kami sering memanggil dia mbak mungkin karena logat dia ngomong seperti orang jawa. Maklumlah dia dari kecil tinggal di pulau jawa dan pasti bergaul dengan anak-anak jawa lainnya. (ahh sok tau)
“yang mana?” tanyanya. “ yang baju hitam itu” jawabku sambil menunjuk ke arah abang jam 9. “ lihat ya, aku mau hipnotis dia” kataku sambil terkekeh sok mistis. “liat kebelakang, liat kebelakang, liat kebelakang.........” ulangku beberapa kali. Tiba-tiba abang arah jam 9 melihat kebelakang, (yaaaa karena di datangin temannya). “ahh itu nggak ada, dia liat karena dipanggil kawannya” gerutu si mbak. “ ahh, biariin, yang penting dia liat ke belakang” cibir aku. sambil tertawa senang. Dalam hati aku bertanya-tanya, siapa nama abang itu? Jurusan apa dia?......
Sore hari, ketika acara hampir selesai. Lapangan sudah dipenuhi mentor dan juga alumni. Semua panitia disuruh merapat ke lapangan. Begitu juga dengan pasien-pasien alias ayam sayur alias mahasiswa baru yang malang. Cuaca tidak begitu bersahabat. Sebentar lagi pasti turun hujan. Hmm. “sebentar lagi panitia juga disikat”batinku. Benar adanya, kami panitia dipanggil oleh alumni untuk berbaris di lapangan setelah sebelumnya mentor yang di suruh berdiri di lapangan. Kami panitia berlari, sementara alumni berteriak-teriak dan memaki kami. Begitu pun ketika kami sampai di lapangan. Hujan mulai turun. Meskipun gerimis, cukup membuat kami basah. Sekalipun Cuma akting, tapi aku dan teman-teman tetap gugup dan gemetaran. Setelah di teriakin, kami di suruh kembali ke tempat semula, acara pun di lanjutkan dengan ceramah dari senior-senior, kemudian juga tradisi mentor dan alumni di kejar mahasiswa baru. Sampai pada acara puncak, datang truk tangki air, dan panitia bagian perlengkapan segera menunaikan tugas mereka yang terakhir. Apalagi kalau bukan acara mandi massa( ahh entah iya sebutannya begitu). Mahasiswa baru terlihat sangat senang karena sudah di terima sebagai aneuk teknik. Kami semua bersuka cita. aku berusaha mencari-cari keberadaan abang arah jam 9 di dalam kerumunan mentor dan mahasiswa baru. Sekalipun aku berdiri di atas bangku taman yang terbuat dari beton, aku tetap harus berjingkrak-jingkrak karena memang pada dasarnya aku pendek. Akhirnya, mentor di suruh berbaris untuk bersalaman dengan mahasiswa baru yang harus segera pulang karena waktu sudah menunjukkan jam setengah 7. Aku melihat abang arah jam 9 berdiri di barisan paling ujung dekat dengan tempat aku berdiri. 7 meter, aku berasumsi. Sosok pria yang membuat aku tertarik itu tertawa lepas dengan teman-temannya yang juga mentor. Ahaa !! i must take a picture.
Aku mengambil gambar dengan kameraku, “ahh terlalu jauh, ga nampak deh”, aku pun melihat temanku di samping memegang kamera. Segera “ hei, tolonglah kamu ambil foto abang itu” tunjuk aku ke arah abang arah jam 9. “yang mana?” tanyanya masih bingung. “ abang yang pakai kaos hitam, dekat sama bang dika”kataku berharap. “okeh”dia mengiyakan sambil mengambil gambar. “ nantik kirim ke aku ya” pintaku. “kayaknya aku kenal deh sama abang itu” katanya tiba-tiba, “hah,, iya?” aku tertarik. “kayaknya sih jurusan mesin, namanya nggak tau aku” jawabnya tanpa melihat ke arahku. “hmm... oke deh”.
Kemudian, kami juga turun ke lapangan untuk berfoto dengan anggota panitia yang lain. Kami bersenda ria. Tentu saja kami sangat senang, perjuangan sebagai panitia medis selama tiga hari tidak sia-sia. Dan juga, berakhir sudah penderitaan batin karena teriakan maut sang mentor. Hohoo
Sebentar lagi mau magrib, aku dan satu orang teman berniat mengambil tas yang kami tinggal di pos utama. Di perjalanan ke pos utama, tepatnya di parkiran mobil, aku melihat abang arah jam 9 berdiri di trotoar dekat parkiran mobil. “wahh” jerit aku senang. Langsung tanpa sadar aku menarik tangan kawan aku agar berjalan di trotoar yang sama dengan pujaan hati aku itu. Sontak kawan aku kaget dan memukul tangan aku. “ssssttt, ikut aja” pintaku. Kami pun melangkah pelan-pelan naik ke trotoar, abang arah jam 9 bersama satu orang temannya sedang mengobrol. Dia mengenakan jaket putih bergaris biru. So fresh. Aku pelan-pelan melangkah menyusuri trotoar, aku melihat abang itu pun selesai berbicara dengan kawannya dan berjalan ke arah kami. Aku terus melihatnya, untungnya dia tidak melihat ke arahku. Lega. Sampai pada saat kami berpapasan, kawannya memanggil. Otomatis dia berhenti dan berbalik ke arah kawannya yang tadi. 1 meter. Arah jam 9. “aku berdiri 1 meter disampingnya” batinku berteriak riang. Aku sempat berhenti melihat dia disamping aku waktu itu, pasti ekspresi wajah aku aneh. Tiba-tiba teman aku langsung menarik aku mengajak pergi. Aku pun tersadar dari fantasi aku beberapa detik yang lalu. Aku segera mengikuti kawan aku tanpa menoleh ke abang arah jam 9.
Gerbang menuju pos utama sudah di gembok. Arrrgghhh. Mau tidak mau kami harus masuk melalui pintu gerbang satu lagi. “yuk, lewat gerbang satu lagi”teriakku. Aku segera menarik tangan kawanku, dan kami berlari-lari kecil. Aku berharap bertemu dengan abang arah jam 9. Tapi, dia sudah tidak ada di tempat tadi. Aku menarik nafas panjang. Kecewa. Tiba di pintu gerbang yang terletak agak ke dalam bangunan kampus, buru-buru aku masuk. Dan .... abang arah jam 9 di depanku, dengan jaket putih bergaris biru itu. Dia memegang pintu gerbang. Aku segera masuk pura-pura tidak melihat. Kemudian berlari ke dalam bangunan dengan perasaan senang dan kebiasaan aku “senyum-senyum sendiri”. heheee

Minggu, 03 November 2013

Arah jam 9

BAGIAN SATU

“arrrgggghhh”... aku terbangun dari tidurku, pandangan masih kabur. Aku meraba-raba sekitar bantal berharap menemukan ponselku. Akhirnya aku bangun dan mencari ponsel yang belum ku temukan, ternyata ponselku terjatuh di dekat tempat tidur. Mati. Huuft. Kemudian aku menekan tombol power, ponsel samsung termurah itu pun menyala dengan bunyi ring tone nya yang khas. Tiba-tiba satu sms masuk, dari ketua panitia. Yang meminta kami untuk segara merapat ke kampus jam enam pagi. Aku segera melihat jam di ponsel ku yang menunjukkan pukul 05.45 wib. Aku pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah masih gontai dan enggan untuk membuka mata lebar-lebar. Sampai di kamar mandi aku teringat handuk yang belum aku ambil. “aiiisssh, menyebalkan sekali, udah tidur jam 3 pagi, harus ke kampus lagi jam 6, bisa tumbang nih di kampus” batinku.
Selesai aku mandi, aku segera mengenakan pakaian ke kampus. Kebetulan adzan pun berkumandang, jadi aku sholat dan setelah itu sarapan dengan roti tawar dan air putih. Biasanya aku tidak pernah sarapan pagi apalagi sepagi ini, jam enam, hampir sama dengan makan sahur di bulan puasa. Aku terkekeh sendiri. Entah apa yang lucu.
Jam menunjukkan pukul 6 lewat 15 menit. Aku pun segera mengambil tas, dan tidak lupa membawa botol minumku. Setelah aku mengunci kamar kos ku yang terletak di lantai dua bangunan ruko, aku pun segera menuruni  tangga. Sampai di parkiran motor yang juga terletak didalam bangunan itu. Aku teringat” aku lupa kunci motor, arrgghh”. Hmm mungkin penyakit pikun ini memang enggan beranjak dari tubuhku yang berat hanya 43 kg dengan tinggi 150 cm ini.
15 menit dalam perjalanan.
Tiba di kampus aku melihat mahasiswa baru sudah pada ngumpul di halaman depan kampus. Hari ini adalah hari pertama ospek mahasiswa baru. Aku kuliah di fakultas teknik, jurusan arsitektur. Aku salah satu panitia medis. Setelah memarkir motor di tempat parkir aku segara menemui kawan-kawan panitia yang lain.
Kami pun briefing sebentar sebelum senam tengkorak di mulai. Dan ketua panitia membagikan kami pita warna putih sebagai penanda kami panitia medis. Jam 7 teng. Acara pun dimulai. Mahasiswa baru berbaris dilapangan dengan selayer oren diikatkan ke kepala dan disisipkan bulu ayam jantan, dengan kondisi masih memakai tas ransel masing-masing. Di pinggang mereka terlihat satu botol minuman dengan tutup bewarna oren yang diikat ke pinggang dengan tali rafia oren juga. Emm,aku jadi teringat masa SIKAT 3 tahun silam ketika aku juga menjadi maba. Aku berdiri di dekat barisan maba cewek. Karena aku di tugaskan untuk memantau maba cewek ketika senang tengkorak berlangsung. Kira-kira 20 menit berlalu, “panitiaaaaa”. Aku tersentak mendengar teriakan mentor.   Ahh pasti ada yang tumbang, tanpa pikir panjang aku segera berlari ke tempat tersebut.
Selama senam tengkorak berlangsung, banyak juga mahasiswa baru yang jatuh sakit dan pingsan. Sampai-sampai kami kewalahan. Setelah senam tengkorak usai, baru kami bisa menarik nafas lega. Mahasiswa baru disuruh membuat barisan berkelompok yang ditangani masing-masing mentor kelompok. Aku dan beberapa panitia medis lainnya memilih beristirahat di bawah tenda pos sementara yang letaknya tidak jauh dari tempat mahasiswa baru tersebut berdiri. Para mentor dengan tampang sangar dan teriakan maut mereka masih bergentayangan dan menakuti mahasiswa baru di lapangan. Tiba-tiba mataku menangkap sesosok pria yang berdiri di tengah barisan mahasiswa baru. Dia cukup tinggi. Dan dia adalah seorang mentor. Aku semakin penasaran. Aku menyipitkan mata melihatnya, karena cuaca cukup terang menjelang siang. Jadi karena jarak kami lumayan jauh aku agak susah melihat wajahnya dengan jelas. Yang pasti dia memakai baju kemeja kotak-kotak merah. Dengan selayer oren terikat di tangan kanannya di atas siku. Sampai akhirnya kawan-kawan mengajak ngobrol dan aku tidak lagi memperhatikan mentor yang satu itu yang membuat aku tersenyum sendiri ketika melihatnya.
Ketika jam menunjukkan pukul 12 siang, mahasiswa baru disuruh mencari lapak untuk beristirahat perkelompok. Ada yang memilih di bawah parkiran mobil yang kosong dan banyak yang memilih di bawah pohon yang rindang. Di dekat pos sementara ada beberapa kelompok yang beristirahat di situ sambil berlatih menyanyikan lagu teknik yang di ajarkan mentor kelompok mereka. Saat aku sedang asik memperhatikan aktivitas mahasiswa baru tersebut. Kawan-kawan aku cengar-cengir disamping aku, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. aku penasaran dan bertanya.
“eh, pada ngomongin apaan sih?” keningku berkerut menunggu jawaban dari mereka. “liat abang itu ee, yang pakai baju kuning. Ganteng sekali dia” sahut seorang teman sambil mengenggam tangannya sendiri.
hahaa. Aku tertawa. “ iya sih ganteng, mirip turki. Putih kali ya” aku mengiyakan pernyataan kawan aku tersebut. Akhirnya aku ikut terkekeh sama mereka, sampai tiba-tiba aku melihat sesosok pria tadi yang membuat aku tertarik. Rupanya dia juga mentor kelompok dan kelompok yang di mentoringnya juga berada di dekat kelompok yang dimentoring abang turki tadi. (Ahh sebut saja begitu, toh gatau pun identitas dia).
Aku kembali senyum-senyum sendiri sampai salah satu kawan heran melihatku dengan ekspresi idiot itu. “eh, kenapa lu senyam senyum sendiri”, katanya sambil mencubit tangan aku. “akkhhh,” teriakku tertahan. “ apa sih ganggu aja, eh coba lah kamu lihat abang yang pakai baju kotak-kotak pink, arah jam 9” kataku sambil menunjuk gak jelas ke arah abang mentor yang ku perhatikan dari pagi. “yang mana?” tanyanya masih bingung dan disorientasi. “yang itu hai, sebelah kelompok abang turki”. “ abang turki yang mana” tanyanya lagi, “ aduuh, yang itu arah jam 9, ehh arah jam 10.30.” ralat aku. Pantesan gak tau yang mana, orang aku yang salah tunjukin arah. Gaya sih pakai cara kayak gitu segala. Bingung sendiri jadinya.
“gimana menurut kamu?”
“hmm. Lumayan, tapi aku suka abang yang kamu bilang kayak turki itu”
“iya, aku juga suka liat abang turki itu, tapi aku lebih suka liat abang arah jam 9......”
“jam 10.30”
“ahh, udah pas abang arah jam 9. Titik” aku menjawab dengan sangat yakin. Sepertinya aku memang tertarik dengan abang arah jam 9 itu.
“trus gimana”
“apanya gimana”
“kamu kan suka yang itu, kelanjutannya”
“ohh, yaa aku bakal cari tahu identitas dia. Hahahaaaa” aku terkekeh dan temanku itu juga ikut terkekeh. Lalu kami bercerita tentang banyak hal, sekali-sekali aku melirik abang itu yang sedang bersama mahasiswa baru. Dan tersenyum sendiri.
Ketika adzan dzuhur berkumandang, mahasiswa baru di suruh ke mesjid terdekat begitu pun dengan mentor. Kami panitia medis beranjak ke pos utama dan memilih sholat disana sambil menjaga pasien-pasien yang malang itu. Setelah sholat, mahasiswa baru, mentor dan juga kami panitia menikmati makan siang apa adanya. Ya, namanya saja acara seperti itu. Jadi makan ala kadarnya. Setelah makan siang selesai, acara dilanjutkan kembali. Masih banyak juga mahasiswa-mahasiswa baru yang malang itu tumbang ketika berbaris. Bahkan ada yang kesurupan. “hmm, bakal tepar aku malam ini” batinku sambil memijit-mijit lutut yang sudah sangat kebas.
Jam 6 sore, acara ospek hari pertama selesai. Kami membenahi diri di pos utama dan bersiap-siap2 untuk pulang.
Sesampai di kos, aku langsung mandi dan beristirahat. Aku tidur 30 menit sampai adzan magrib membangunkan tidurku yang nyaris kusyuk itu. Hehee. Malam itu aku tidur jam 10 pas. Setelah menyelesaikan semua agenda tentunya.
By Nimar


9 o'clock
PART ONE

           "Arrrgggghhh" ... I awoke from my sleep, outlook still hazy. I fumbled around cushions hoping to find my mobile. Finally I get up and look for my cell phone that has not been discovered, it turns out my cell phone fell in near the bed. Off. Huuft. Then I press the power button, the cheapest samsung phone lit up with the sound of his distinctive ring tone. Suddenly an incoming sms, from the chairman of the committee. That asks us to immediately move closer to the campus at six in the morning. I immediately looked at the clock on my phone is showing at 5:45 pm. I was getting out of bed and walk to the bathroom with unsteady steps and still reluctant to open his eyes wide. Up in the bathroom I thought I had a towel that has not been taken. "Aiiisssh, sucks once, already sleep at 3 am, had to go to college again at 6, they fell ya on campus" I thought.
I finished shower, I immediately put on clothes to campus. Incidentally prayer reverberate too, so I pray and after the breakfast with bread and water. I usually do not eat breakfast in the morning let alone so early, at six, about the same as eating a meal in the month of fasting. I chuckled to himself. I wonder what's so funny.
6 o'clock through 15 minutes. I immediately took the bag, and do not forget to bring a bottle of my drink. After I locked my dorm room, which is located on the second floor of the shop building, I was immediately down the stairs. Got motorcycle parking is also located in the building. I thought "I forgot to lock the motor, arrgghh". Hmm maybe senile diseases is indeed reluctant to depart from my body that weighs only 43 kg with a height of 150 cm.
15 minutes on the way.
Arrived on campus I saw a freshman already on campus get together on the front page. Today is the first day of freshman ospek. I lecture at the Faculty of Engineering, majoring in architecture. I am one of the medical committee. After parking my motorcycle in a parking lot I immediately see my friends the other committee.
We had a short briefing before starting gymnastics at the skull. And chairman of the committee we share a white ribbon as a bookmark our medical committee. 7 hours teng. The event began. New students lined the field with oren selayer fastened to the head and inserted rooster feathers, with conditions still wearing a backpack each. In their waist looks a drink bottle with colored cap oren tied to the waist with rope oren too. Emm, I was reminded of BRUSH 3 years ago when I became maba. I stood near the line maba girl. Because I was assigned to monitor new students when the happy chick skull lasts. Approximately 20 minutes passed, "panitiaaaaa". I snapped heard screaming mentor. Ahh that must be uprooted, without thinking I immediately ran to the spot.
During the last skull gymnastics, many new students who fell ill and fainted. To the extent that we were overwhelmed. After gymnastics skull over, we can draw a new breath of relief. Students were told to create a new line of groups that addressed each mentor group. I and several other medical committee chose to rest in the post while under the hood that is located not far from where the freshmen stand. The look of grim and mentors to their death screams still haunt and scare new students in the field. Suddenly my eyes caught the figure of a man standing in the middle row of new students. He is quite tall. And he was a mentor. I'm more curious. I squint to see it, because the weather was quite bright midmorning. So because we were pretty far distance I was a little hard to see his face clearly. To be sure he was wearing a red plaid shirt. By oren selayer tied on his right hand above the elbow. Until comrades chat you and I no longer pay attention to mentor one that makes me smile to myself when I saw him.
When the clock struck 12 noon, students were told to look for a new stall to rest per group. No vote at the bottom of an empty car park and many are choosing under a shady tree. Near post while there are some groups who rest there while practicing singing techniques taught their group mentor. As I was cool to pay attention to the new student activities. Comrades me grinning beside me, like they were talking about something. I was curious and asked.
"Uh, in talking about hell?" Brow furrowed waiting for a reply from them. "The brother clay ee, who wear yellow shirts. He's so handsome "said a friend of his own while mengenggam.
hahaa. I laughed. "Hell yeah handsome, like a turkey. White times yes "I said yes I am the friend statement. Eventually I joined them giggle together, until suddenly I saw a man who had made me interested. Apparently he was also a mentor in the group and the group mentoringnya also near the Turkish group dimentoring brother earlier. (Ahh call it so, yet the identity of him).
I returned the smiles themselves until one friend surprised to see me with an expression that idiot. "Eh, why lu senyam smile alone", he said as he pinched my hands. "Akkhhh," shouted muffled. "What the hell alone wrote, uh try ye see brother is wearing pink plaid shirt, 9 o'clock" I said, pointing in the direction is not clear that my brother mentor notice of the morning. "Which?" He asked still confused and disoriented. "That it hai, next group turkish brother". "Turkish brother that which" he asked again, "Aduuh, who was 9 o'clock, 10:30 o'clock ehh." Corrected me. Pantesan not know which one, I'm the wrong person tunjukin direction. Still life style like that all the way. Confused myself become.
"How do you think?"
"Hmm. Not bad, but I like the brother that you say it like turkey "
"Yes, I also like to see the Turkish brother, but I'd rather see my brother 9 o'clock ......"
"10.30"
"Ahh, already fitted brother 9 o'clock. Point "I replied confidently. Looks like I was interested in the brother's 9 o'clock.
"Then how"
"How my ass"
"You like that it's right, it goes"
"Ohh, yaa I will find out the identity of her. Hahahaaaa "I chuckled and my friend also chuckled. Then we talked about many things, once in a while I glance at my brother who is with the new students. And smiled to himself.
When the midday call to prayer rang out, a new student in order to the nearest mosque so anything with a mentor. Our medical committee went to the main post and selecting pray there while keeping patients poor. After the prayers, a new student, mentor and we also enjoyed lunch committee is. Yes, his name just such an occasion. So eating perfunctory. Once lunch is over, the show resumed. There are still many new students that poor fallen when marching. There's even a trance. "Hmm, I would tepar tonight" as she massaged my inner knee was very numb.
At 6 pm, the first day of the event ospek completed. We fix themselves in the main post and get siap2 to go home.
Once boarding, I immediately shower and rest. I slept 30 minutes until the evening call to prayer woke my almost kusyuk it. Hehe. That night I slept 10 hours fitting. After completing all the course agenda.

Selasa, 08 Oktober 2013

This is my photos with friends from Sidney, Australia.  
This photo was taken on the last day of the workshop as a memento.  
This is one of a very pleasant impression. wow, so cool.  
This event not only gives a new science that we do not know but also new friends of different cultural country. though different but our mutual empathy and tolerance. thank you.............. :) :)







The one photo I took after coming home from the workshop. when i was taking photos, I suddenly attracted to pose in front of this door. cool huh door. no such carvings. hahahaa lol

Kamis, 27 Juni 2013

...................
terkadang fantasi bisa menjadi inspirasi..

terkadang ilusi bisa menjadi motivasi..

tapi.. jangan biarkan delusi menghampiri..

jangan biarkan ambisi menggerogoti..

jaga imajinasi walau itu penuh benci..


Nim@r_Adh

puisi ku

RAHASIA
biarkan ketidaktahuan menjadi abadi,
biarkan rahasia menjadi penenang,
biarkan saja kekecewaan menjadi pelengkap,
biarkan kecemburuan terus menusuk,
yang penting kamu selalu tersenyum untukku,
yang penting aku selalu semangat karenamu,,
yang penting bahagia didekatmu
yang penting aku mencintai orang yang mencintai Tuhanku lebih besar... heh heh

Senin, 27 Mei 2013

tugassss

NAMA     : AGUSNIMAR
NIM         : 1004104010006


 ANALISA PERBANDINGAN MINAT MASYARAKAT ACEH TERHADAP RUMAH TAPAK DAN RUMAH SUSUN.

Kota Banda Aceh adalah sebuah kota yang terletak di ujung pulang sumatera bagian barat dan dikenal dengan sebutan serambi mekah karena nilai historis dan potensi alamnya yang menonjol. Namun, bencana tsunami pada tanggal 26 desember 2004 yang lalu telah menghancurkan infrastruktur dan seluruh aspek kehidupan masyarakatnya. Sehingga, mempengaruhi kelangsungan hidup pada masyarakat Aceh itu sendiri. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu berbenah diri untuk melanjutkan kehidupannya kembali. Sampai saat ini pembangunan infrastruktur di Aceh masih berlangsung dengan baik. Salah satunya adalah pembangunan perumahan untuk masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal.
Sebagaimana kita ketahui bahwa perumahan di Indonesia terdiri dari perumahan biasa (rumah tapak) dan perumahan bertingkat (rusunawa), seperti perumahan yang ada di Aceh. Perumahan yang dibangun di Aceh pertama kali adalah rumah bantuan seperti landed house, tetapi mengalami banyak kesulitan dan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan bagi penghuninya. Disebabkan oleh, Rumah bantuan yang diberikan ke masyarakat berasal dari berbagai kalangan, sehingga rumah yang dibangun berbeda jenisnya. Otomatis kualitas rumah secara fisik dan psikologisnya berbeda juga. Perumahan yang ada di kota Banda Aceh disediakan oleh pemerintah atau developer seperti kawasan perumahan villa citra, geucheu, dan lain sebagainnya. Kawasan perumahan ini merupakan kawasan yang padat penghuni.
Di Aceh, rusunawa telah dibangun di kawasan keudah, kota Banda Aceh, mungkin hanya bangunan rusunawa ini saja yang bisa dijadikan sampel dalam tulisan ini. bangunan berlantai 4 ini dibangun sebanyak 4 unit, 2 unit telah dihuni, dan 2 unit lagi siap huni. Rusunawa ini diperuntukkan kepada masyarakat berpenghasilan menengah kebawah. Rusunawa yang berlokasi tepatnya di kampong keudah ini, jaraknya terhadap fasilitas umum seperti pasar, sekolah, dan rumah sakit lumayan jauh. selain itu, ruang terbuka di kawasan rusunawa ini sangat minim, bahkan jika diperhatikan secara seksama, rusunawa ini terlihat gersang, untuk sanitasinya tidak dirawat dengan baik, mungkin bukan salah pengguna atau pengelolanya juga, tetapi desain untuk sanitasinya kurang baik, seperti parit yang dibiarkan terbuka sehingga menimbulkan bau yang cukup mengganggu bagi penghuninya. Seharusnya sanitasi didesain lebih fungsional dan efektif, atau di buat tertutup, jika parit ini difungsikan sebagai wadah air hujan, maka bisa saja desain talang air hujannya yang harus diperhatikan. Selain masalah sanitasi, di kawasan Rusunawa ini juga tidak dijumpai ruang bermain anak-anak, tempat penitipan bayi, dan lain sebagainya.
Secara struktur bangunan ini cukup kuat karena didesain tahan gempa dan dibuat tinggi untuk antisipasi terhadap tsunami atau sebagai tempat evakuasi. Oleh karena itu, bangunan ini berfungsi sebagai escape building. Selain itu, di sebelah lahan rusunawa ini juga dibuat ruang terbuka hijau yang masih dalam tahap pengembangan, mungkin dari sinilah adanya secercah harapan akan ruang hijau dan taman bermain untuk anak-anak dan keluarga nantinya. Tak bisa dipungkiri bahwa desain hunian vertikal ini memiliki pengaruh positif dan negatifnya. Seperti yang kita ketahui jika rumah berada di suatu bangunan yang sama akan sangat mengganggu privasi sang pengguna, berbeda dengan landed house atau rumah tapak, rumah yang dibuat terpisah dari bangunan rumah lainnya memberikan cukup privasi bagi penggunanya, hanya saja dari segi ekonomis dan lahannya memang lebih mahal daripada pembangunan rusunawa. Tepatnya, rusunawa dibangun karena alasan keterbatasan lahan.
Menurut saya, pada daerah Aceh masih banyak lahan yang bisa digunakan untuk kawasan permukiman penduduk, lahan di kawasan pinggiran kota juga berpotensial untuk pembangunan, tetapi ada juga permasalahannya, karena kita sebagai manusia pasti tak bisa mengelak dari yang namanya “masalah”. Oleh karena itu, setidaknya kita berusaha untuk menemukan solusi terbaik dalam penyelesain masalah ini. Hal-hal inilah yang sulit dihindari oleh pemerintah, semua orang memiliki hak untuk memilih tinggal dimana, tapi tidak pernah mau menyadari kenyataan bahwa pilihan itu suatu saat menjadi tidak benar. Oleh karena itu, sebagai pemerintah seharusnya memikirkan pola hidup masyarakat aceh yang heterogen ini. Agar kesejahteraan terdistribusi secara merata. Kompleksitas yang disebabkan oleh pola hidup yang heterogen inilah seharusnya menjadi tonggak potensi untuk pemerintah manfaatkan.
Beberapa alasan masyarakat kota lebih memilih tinggal di perumahan tapak, antara lain, karena masyarakat kota masih banyak yang tidak bersedia tinggal di hunian vertikal. Pembangunan rumah tapak lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah daripada hunian vertikal. Harga jual maupun sewa serta pemeliharaan rumah tapak lebih terjangkau. Rumah tapak bisa ditingkatkan luas maupun kualitasnya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Harga tanah senantiasa meningkat. Jika diperlukan rumah tapak dapat dijual atau dijadikan jaminan hutang dengan persyaratan lebih mudah dan proses yang lebih cepat dengan hunian vertikal. Jadi, intinya pembangunan rusunawa dikarenakan keterbatasan lahan, pembangunan yang cepat, dan pengelolaannya termanage.
Untuk permasalahan keterbatasan lahan, menurut saya pribadi itu bukan alasan yang tepat. Masih banyak lahan kosong yang ada kota Banda Aceh ini. Yang terpenting pemerintah menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk masyarakat seperti jalan dan angkutan umum, jadi untuk permasalahan pembangunan di lahan kosong yang otomatis kebanyakan di pinggiran kota atau jauh dari kota bisa diselesaikan dengan adanya sarana transportasi yang baik. Permasalahan perumahan memang menjadi permasalahan pokok dalam masyarakat. Karena ini juga menyangkut segala aspek, apakah itu aspek ekonomi, politik, sosial-budaya bahkan pemahaman agama atau spiritual juga perlu dikaji lebih lanjut.
Untuk kedepannya kita berharap bahwa pemerintah dapat memperhatikan perumahan masyarakat. Sehingga dapat memberikan kelangsungan hidup masyarakat seterusnya menjadi lebih baik. Kita jangan sibuk memikirkan bagaimana menyelesaikan sebuah masalah tetapi memikirkan bagaimana caranya mengubah masalah menjadi potensi. Sebab kita terkadang  hanya melihat suatu hal sebagai masalah tanpa menyadari dibaliknya ada potensi yang bisa dikembangkan. Seharusnya masyarakat juga diberi pemahaman, proses inilah yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Di sini juga pemerintah harus mengaplikasikan pepatah “sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui”.
Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa, Masyarakat kota Banda Aceh lebih berminat tinggal di rumah tapak dibandingkan dengan rusunawa karena alasan privasi, efisiensi dan sifatnya yang nafsi-nafsi (individualis). Adanya hal positif dan negatif tinggal di rusunawa dan di rumah tapak, pada hakikatnya semua tergantung kepada masing-masing personal. Kebanyakan masyarakat berpenghasilan rendah di kota Banda Aceh masih tabu dengan bangunan yang bertingkat banyak. Faktor kenyamanan pada sirkulasi vertikalnya juga sangat mempengaruhi minat masyarakat, yang secara awam, tinggal di bangunan berlantai 1 masih lebih nyaman. Jika memungkinkan pembangunan rumah tapak lebih diperhatikan pemerintah dengan alasan masyarakat berhak atas privasi dan keamanan.

Jumat, 26 April 2013

Cinta HemoFilia

             Filia, gadis 17 tahun, tinggal dengan papanya, pak Indra dan adiknya Boby. Mamanya meninggal dua tahun yang lalu karena mengidap penyakit hemofilia, Filia sedih sekali. Tapi mau gimana  lagi, sudah takdir Tuhan. Papanya bekerja sebagai seorang manager di sebuah perusahaan swasta. Adiknya Boby, masih kelas dua Smp, Filia sendiri sudah kelas dua Sma. Dulu Filia adalah gadis yang ceria, namun sejak ditinggal mati ibunya,dia berubah jadi pendiam dan pemurung.
Pagi itu, matahari bersinar dengan terang, langit biru menunjukkan keindahannya, jam dinding menunjukkan pukul 07.30 , waktuny pergi kesekolah. Filia ksekolah diantar papany. Disekolah dia juga termasuk gadis yang pintar. Tiba di sekolah,dia langsung masuk kekelasnya, duduk diam tanpa memperdulikan kesibukan kawan-kawannya. Merasa bosan dia pergi ke toilet. Tiba-tiba ada seorang cewek yang tidak sengaja menabraknya, Filia terjatuh dan kepalanya terbentur, berdarah,  dan Filia tak sadarkan diriceek tadi panik dan langsung berteriak minta tolong,orang-orang berdatangan dan Filia dibawa ke Rumah sakit.
Beberapa  menit kemudian, Filia sadar, disampingnya duduk seorang cewek yang lebih muda umurnya, dengan wajah pucat Filia berkata dengan suara yang hampr tidak kedengeran.
    “ dimana aku?”
    “ kakak udah sadar? Kakak sekarang lagi dirumah sakit. Tadi aku menabrak kakak, maafin aku ya kak, aku nggak sengaja”
“ kamu . . . siapa?” Filia berusaha bngun
    “ kakak jangan bangun dulu ya, berbaring aja kak, aku Merisa, adk kelas kakak”
Kemudian papa Filia datang dengan raut wajah yang cemas.
    “papa . . . ! papa tu darimana Filia disini?”
    Tadi papa dikasih tahu sama pak Bondan”
Tiba-tiba dokter datang dan meminta pak Indra berbicara empat dengannya.
    “ apa . . . . . .??? dokter jangan bercanda” . pak Indra terkejut mendengar pernyataan dokter bahwa Filia mengidap  penyakit hemofilia. Dokter menyatakan penyakit itu diwariskan dari seorang perempuan pengidap hemofilia kepada anak perempuannya dan tidak bisa disembuhkan. Pak Indra sangat sedih dan kembli keruangan Filia dengan mata memerah. Melihat papanya Filia jadi heran,
    “ papa, papa habis nangis ya . . . ?”
    “ ah . . nggak. Tadi mata papa cuma kelilipan, oia hari ini kamu udah boleh pulang, sayang”.
Pak Indr berusaha menyembunyikan apa yang terjadi. Tak lama kemudian Filia dibawa pulang, Merisa juga turut membantu Filia. Saat tiba di ptu keluar rumh sakit, ada beberapa perawat berlari keluar rumah sakit, sepertinya ada pasien yang lagi kritis. Merisa, Filia dn papanya menuggu sampai perawat itu masuk. Trnyata ada orang ynag baru kecelakaan. Melihat koran kecelakaan itu, Merisa berteriak histeris.
    “kak Hemoooooo . . . . !!” Filia dan papanya terkejut. Merisa berlari mengikuti para perawat itu. Filia dan papanya juga ikut. Namun , tiba diruang UGD, mereka dilarang masuk. Diluar Merisa menangis sejadi-jadinya. Filia dan papanya heran.
    “ mer, kamu kenapa? Dia itu kakak kamu?”. Merisa tidak memperdulikan pertanyaan Filia. Dengan gemetaran dia mengambil HP nya dan menelpon. Ternyata dia menelpon  orangtuanya.
Beberapa saat kemudian, orangtua Merisa datang dengan wajah cemas, Merisa puun menceritakan apa yang terjadi. Tak lama setelah itu orangtua Merisa dipanggil dokter untuk diberitahukan keadaan putra mereka, hemo.
    Keesokan harinya Filia kembali kesekolah, disekolah dia mencari Merisa tetapi, kawan Merisa bilang, dia tidak sekolah karena menunggu kakaknya yang lagi sakit. Pulang sekolah Filia pergi kerumah tempat kakak Merisa dirawat. Sesampainya disana, dia disambut baik oleh Merisa dan orangtuana. Sekarang kakak Merisa sudah agak baikan. Merisa mengenalkan kakaknya pada Filia
    “kak, ini kakak Meri, Hemo. Kak Hemo, ini kak Filia,kalian seleting lho . . .”
Hemo dan Filia saling tersenyum
    Sejak saat itu, Hemo dan Filia semakin akrab, bahkan terlalu akrab, Filia pun merasa senang. Begitu pula dengan Hemo. Orangtua Hemo senang melihat keakraban mereka, meskipun dalam hati sedih mengingat penyakit yang diderita anaknya,Hemo. Dokter bilang umur Hemo tidak lama lagi,bahkan jika terjadi kecelakaan ringan saja yang menyebabkan keluarnya darah akibatnya bisa fatal. Hemo tidak akan dapat diselamatkan. Hemo dan filia adalah ua muda-mudi yang tidak tahu apa yang mereka alami. Ketika disuruh minum obat, mereka piker itu hanya sakit biasa. Lama-lama Hmo dan Filia sama-sama dirundung cinta. Namun, keduanya merasa malu untuk mengungkapka. Hemo menceritakan apa yang dialami pada adiknya Merisa,bahwa dia jatuh cinta pada Filia. Mendengar curhat kakaknya, Merisa meminta kakaknya mengungkapkan isi hatinya pada filia.
    Hemo pun berniat akan meminta Filia jadi kekasihnya. Hari berikutnya, Hemo dengan wajah riang bersiap-siap akan menemui Filia. Dia menggunakan baju yang paling bagus. Namun, ketika dia keluar kamar, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan papa dan mamanya tentang penyakit yang dideritanya. Hemo begitu terkejut,harapannya hancur. Karena tergesa-gesa tanpa sengaja dia menyenggol vas bunga. Papa dan mamanya menghampirinya. Mereka begitu sedih melihat Hemo menangis. Seumur hidup , mereka belum pernah melihat putranya menangis,bahkan ketika Hemo lahir kedunia, tak ada tangisan,sampai mereka berpikir bayinya tidak selamat. Papa dan mama Hemo menyesal. Padahal mereka tahu Hemo lag bahagia.

    “pa . . ma. . . kenapa kalian nggak ngasih thu Hemo kalau Hemo berpenyakit?”
    “maafin mama saying, mama Cuma nggak mau kamu sedih  . . .”
    “papa mama tega sama Hemo . . . . . !!” Hemo berlari keluar rumah. Orangtuanya tidak bsa melakukan apa-apa, mereka hanya bisa berdo’a untuk Hemo.
    Hemo pergi ke taman, tempat dia dan Filia sering bersama. Sementara itu, Filia pun dberi  tahu oleh merisa,bahwa Hemo akan menemuinya ditaman. Filia sudah tahu kalau Hemo akan menyatakan perasaannya pada Filia. Dia tah hal tersebut dari Merisa. Hati Filia berbunga-bunga, dia bahagia karena dia juga sangat cinta sama Hemo. Dia pun pergi ketaman dan duduk di akar pohon tempat favorit mereka. Hemo sendiri telah sampai ditaman, melihat Filia batinnya pilu,dia mengurungkan niatnya untuk menembak Filia. Ketika melihat Hemo hati filia berdebar kencang, melihat filia didepannya, Hem berusaha menyembunyikan perasaanhat filia didepannya, Hem berusaha menyembunyikan perasaannya.
    “hai. . . Hemo gimana kabar loe?” Filia juga berusaha menyembunyikan rasa groginya.
    “ hai juga, hmm loe ngapain kesini?” Hemo salah tingkah
    “ ngapain . . . yaa , katanya loe mau nemuin gue disini . . . . . .”Filia heran
    “  iyaa, , maksud gue, ngapain aja ?” Hemo kembali gugup karena salah ucap.
    “hahaha loe aneh,ague kan nungguin loe. Gimana sih,bytheway, loe mau ngomongin apa sih?”Filia  berusaha menarik Hmo ke pokok pembicaraan.
    “gue Cuma . . . . Cuma . . . .”
    “ Cuma apa ?!”
    “hmm , nggak. Sebenarnya . . . . . .”
    “ duuh, loe kenapa sih? Bilang aja,nggak usah malu-malu?” Filia terlihat kesal
    “sebaiknya . . .kita jangan ketemu lagi . . . .!”
    “maksud loe?”
    “maksud gue, gue nggak mau ketemu lagi sama loe,karena gue muak sama loe. . . .!!!”
Seperti tersambar petir, hti Filia hancur berkeping-keping. Harapannya kandas sudah. Dia tidak menyanka Hemo akan seperti itu. Dia merasa dibohongi Merisa. Hatinya begitu sakit,Hemo sendiri sebenarnya tidak tega menyakiti hati Filia. Tapi, mau gimana lagi.
Hemo hanya diam,dia berusaha membangun perasaannya kembali. Filia berlari pergi dari Hemo sambil menangis.
    Esoknya, Filia menemui Merisa dan menceritakan semuanya. Merisa pun terkejut dan tidak menyangka. Setelah pulang dari bertemu Filia, Merisa memarahi  kakaknya. Hemo semua diam. Setelah amarah Merisa mereda, barulah Hemo angkat bicara. Dia menjelaskan yang sebenarnya. Merisa merasa menyesal dan sedih, dan dia pun mengerti keadaan kakaknya. Dia kemudian menasehati kakaknya agar tetap mengungkapkan perasaannya. Mungkin Filia mau menerima apa adanya. Merisa kembali menemui Filia dirumahnya. Namun sayangnya, Filia akan pergi keluar negeri,katanya untuk berobat. Merisa berusaha mencari informasi tentang Filia. Akhirnya dia tahu kalau Filia juga mengidap penyakit hemofilia. Ternyata pulang dari menemui Merisa, Filia kecelakaan dan kehilangan banyak darah.
    Merisa memberitahu Hemo. Semula Hemo tidak percaya. Namun, Merisa berusaha meyakinkannya. Dengan buru-buru Hemo berusaha menemui Filia yang menurut informasi masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Ibu. Hemo mengemudi mobilnya buru-buru . Naas . . . . dia menabrak mobil didepannya. Dia terluka parah, darah segar bercucuran dari kepalanya. Orang-prang segera melarikannya ke Rumah sakit terdekat. Untungnya, dia dibawa ke Rumah sakit Harapan Ibu. Dia terbaring di ranjang yang di dorong oleh beberapa perawat.
    Sementara itu, Filia yang rencananya akan dibawa berobat keluar negeri, terpaksa dia dibawa berobat ke ruang UGD di Rumah Sakit itu. Ranjang mereka berpapasan, melihat Filia,Hemo berusaha memanggil Filia, meskipun dengan kondisi yang sangat lemah. Dia meminta suster berhenti dan mendekatkannya dengan Filia. Filia pun melakukan hal yang sama. Hemo berusaha meraih tangan Filia,meskipun kondisi keduanya sedang kritis, tetapi mereka tetap ingin bersama.
    “Filia, maafin aku, sebenarnya, aku . . . . aku cinta sama kamu . . . .”
    “aku juga cinta sama kamu Hemo. . . . .” mereka saling memandang kemudian tersenyum dan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . mereka menghembuskan nafas terakhir. Orang-orang yang melihat mereka menangis iba, cinta suci mereka berakhir sampai mati . . . . . . .

by Agusnimar

Rabu, 17 April 2013

 REVOLUSI MORAL
Keyword : revolusi
         Moral
(sumber: sumaatimadja,H nursit. Kuswaya Wihardit. PERSPEKTIF GLOBAL. Jakarta : Universitas Terbuka, 2009)
Al’adabuun fauqa ‘ilmu.
Selintas, pernyataan tersebut memberikan kita pengertian bahwa adab adalah lebih tinggi nilainya di atas ilmu.
Akhir-akhir ini ilmu pengetahuan terlalu di agung-agungkan oleh manusia. Globalisasi telang membonceng manusia menemukan berbagai cara dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK. Dan pada akhirnya kita tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh IPTEK. Dan kalau kita telusuri secara lebih mendalam lagi, lingkungan sekitar yang rusak serta terkuras oleh penerapan dan pemanfaatan IPTEK tersebut. Masalah ini tidak hanya terjadi secara lokal, melainkan menjadi masalah global dan mendunia. Karena itu, pada akhirnya IPTEK bukanlah segala-galanya. Masalah global berbalik lagi ke kita.
Perubahan dan pengembangan aspek-aspek yang bersifat fisik material saja tidak memecahkan masalah, karena itu semua kembali lagi ke manusia itu sendiri. Terutama pada akhlaknya.
Pernyataan yang pernah saya dengar dari dosen saya: “ orang pintar tak bermoral lebih berbahaya daripada orang bodoh tak bermoral”. Dalam hal ini permasalahan yang mengglobal hanya bisa di selamatkan dengan pembinaan dan pengembangan moral ke arah yang lebih baik.
Belakangan ini pun telah merebak isu tentang penambahan jam untuk mata pelajaran moral dan sosial menjadi 6 jamdi sekolah-sekolah. Ini menjadi bukti bahwa kemerosotan moral telah merajalela. Tidak peduli mampu tidaknya seseorang secara intelektual. Moral anak-anak di babat habis oleh penyakit yang namanya teknologi. Teknologi ini memang sangat dilematis( bermata dua). Kadang-kadang positif dan kadang-kadang negatif. Karena itu manusia haruslah di bekali dengan 3 kecerdasan, yaitu kecerdasan mental, intelektual dan spiritual. Ini akan menjadi filter untuk setiap orang bisa menerima tantangan global. Karena tantangan global ini tidak akan pernah mereda bahkan semakin deras dengan seiring berjalannya waktu. Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita perbaiki diri kita menjadi lebih baik dan berkualitas.


by Agusnimar

Minggu, 03 Maret 2013

KARYA TULIS masa SMA duluuu (cerpen), hehe


KELUARNYA PLUTO DARI KELUARGA TATA SURYA

    Warga desa Antariksa kembali heboh dengan berita Pluto akan dikeluarkan dari anggota keluarga Tata surya. Semua kerabat Tata surya yaitu galaksi Andromeda dan beberapa kerabat dekat galaksi Bimasakti berkunjung ke rumah Tata surya.  Bumi heran melihat semua itu. Dia juga penasaran apakah itu benar?. Karena sebelumnya dia pergi mengunjungi neneknya yang tinggal di desa sebelah. Jadi, Bumi tidak tahu apa yang sedang terjadi.
    Suatu hari Bumi menghampiri kakaknya Merkurius.
“bang Merkuri, sebenarnya apa sih yang terjadi di keluarga kita?”
“ Bumi loe itu nggak usah ikut campur, ini urusan bokap kita, Matahari”.
Bumi Cuma terdiam. Hari kedua dia menghampiri Venus, kakak keduanya.
“ mbak Venus, beneran ya kalau Pluto aka diusir dari sini?” Tanya Bumi.
“bumi, loe itu kenapa sih selalu gangguin guee, Tanya aja sono sama orangnya”.
Bumi kembali dibentak saudaranya.
Hari ketiga Bumi berniat menemui adiknya yang lain, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus , dan Neptunus.. sebelum dia menemui Pluto.
Kebetulan waktu itu adik-adik Bumi lagi berkumpul. Mars duduk di sebelah Jupiter. Dia asyik dengan kebiasaannya berdandan. Sedangkan Jupiter  sedang makan, dia memang suka makan jadi nggak heran kalau badannya yang paling besar. Saturnus, Uranus dan neptunus sedang berkejar-kejaran. Saturnus berlari didepan sedangkan Uranus dan Neptunus mengejarnya dari belakang. Sepertinya mereka ingin mengambil cincin saturnus seperti biasanya.
“mars, loe tahu nggak tentang Pluto?” tanya Bumi.
“nggak tuh, kak bumi please deh jangan gangguin Mars?” pinta Mars“ oke deh!” dengan perasaa memelas Bumi beranjak ke tempat Jupiter.
“ jupek, loe tahu nggak tentang Pluto?”
“ tahu kak, tapi kalau kakak pengen tahu, kakak harus ngasih aku banyak makanan. Jawban Jupiter membuat Bumi kesal.
“ jupek, gue tahu, loe bakalan bohong kan?, jadi, ngapain gue kasih eloe tu makanan, abis tu loe juga nggak tahu, ogah ahh!”. Bumi menggerutu.
“ kak. Kalau sudah tahu jupek nggak tahu, jangan di tanya lagi, apa juga kak Bumi lulusan S2, sama Jupek aja masih bisa dibohongin, hahahahaha” Jupiter tertawa keras sampai-sampai perutnya yang besar bergerak-gerak.
Bumi berpikir keras. Kalau dia tanya sama Sasa, Uun dan Neptu mereka pasti nggak tahu,  haaah cape deh. Bumi menarik nafas panjang.
(“kalau gini jadinya gue mending tanya langsung ke orangnya aja”) kata Bumi dalam hati.
Malam itu Bumi bergegas ke kamarnya Pluto. Dilihatnya Pluto lagi menangis di ranjangnya. “ kasihan Pluto” batin Bumi. Kemudian dia duduk disamping Pluto.
“ plut, kenapa kamu menangis?” tanya Bumi. Tanpa menjawab Pluto langsung memeluk Bumi.
“kak Bumi, Plut takut kak, ayah bilang dia mau mengirim Pluto ke antariksa yang lain, aku nggak mau kak,aku udah minta tolong ma semua saudara aku, nggak ada yang mau nolongin”.
Isak tangis Pluto sangat menyayat hati Bumi. Tapi, Bumi hanya diam seribu bahasa, dia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Pluto terus menangis sampai akhirnya dia tertidur. Sesudah itu Bumi berniat menemui ayahnya, Matahari. Walaupun mr Matahari dikenal sangat galak. Tapi dia sangat sayang dengan Bumi dan anak-anaknya yang lain.
“ ayah, Bumi dengar Pluto mau diusir. Apa benar itu ayah?”
Mr Matahari tidak menjawab pertanyaan Bumi, dia hanya tersenyum. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan mengambil foto istrinya, ibu Bumi.
“ bumi, ayah tidak mengusir Pluto. Ayah hanya mau menitipkan dia sama saudara kita. Pluto kan masih kecil. Sejak ibumu meninggal nggak ada yang bisa ngasuh dia. Kita semua kan laki-laki. Hanya mars dan Venus yang perempuan. Tapi, kamu lihat sendiri kan. Jangankan mengrus Pluto, mengurus diri sendiri aja nggak bisa, sedangkan ayah sibuk, kerja cari uag buat kalian. Jadi, ayah bermaksud menitipkan Pluto. Nanti setelah dia besar, ayah akan membawanya pulang kesini lagi. Penjelasan mr Matahari membuat Bumi puas mendengarnya. Setelah itu dia kembali menemui Pluto. Dia menjelaskan semuanya kepada Pluto. Walaupun masih kecil tapi Pluto bisa mengerti.
    Dua hari kemudian, Pluto berangkat ke Galaksi lain di antar oleh semua keluarganya. Meskipun mereka semua sedih. Namun, mereka yakin mereka akan berkumpul bersama-sama lagi. Happy forever!!!





Sabtu, 02 Juni 2012



cukuplah sebagai permulaan. untuk ke depan harus lebih bagus. semangat !!! :D

Jumat, 18 Mei 2012

yaa, untuk mencari tau sesuatu memang butuh pengorbanan. terkadang harus menjadikan diri sendiri tampak jahat di depan orang lain. sama sekali tidak masalah buat aku. yang aku butuhkan selalu kejujuran. yang aku butuhkan kedamaian bagi hati aku. aku tau apa yang aku lakukan. aku tau apa yang aku perbuat. semua bukan kebetulan. semua ada alasan yang pasti. alasan dimana tidak seorang pun yang bisa memahaminya dengan jelas. tapi untuk sekarang cukup aku tau sendiri. terkadang aku pun sulit untuk memahami kenapa harus aku lakukan ini. tapi yan terjadi malah lebih aneh lagi. tanpa mereka sadari mereka mengakui kesalahan mereka sendiri. menghina aku, tidak membuat aku sedih, tapi kasihan. kok bisa ya cowok punya mulut kayak cewek. itu hal yang di luar pemikiran aku. aku gak bisa menahan ketawa. tapi ada tersirat sedikit kesedihan di sini. kawan yang aku percaya benar-benar mengkhianatiku, tapi dia tidak menyadari dengan yang di lakukannya malah melimpahkan kesalahan kepadaku dan menjadikan aku objek untuk di keroyok kawan-kawannya yang sok tau itu. aku udah pernah bilang, aku memang orang yang terbuka. aku selalu mengceritakan semua masalah aku sama "semua" orang. tapi tidak ada yang mengerti maksud semua. intinya siapapun yang mendengarkan aku dia orang yang aku percaya. aku membutuhkannya untuk mengingat disaat aku lupa. ini memang kesalahan aku tidak seharusnya aku mempercayai semua orang. aku bercerita pada seseorang berharap mendapatkan solusi, bukan menyuruh dia membeberkan masalah aku pada temannya yang lain yang tidak bahkan sama sekali tidak berhak tau. bagaimana dia tidak menjaga kepercayaan aku. aku kecewa. sangat kecewa.

gak masalah

aku masih heran, sepertinya tidak ada yang bakal tau maksud aku apa. mungkin orang sejenius enstein aja gak bakal tau. tapi aku sangat menyesal mempercayai orang. gak akan ada yang bisa paham dengan apa yang aku katakan. dipikirnya aku gak pernah intropeksi diri. aku cukup tau diri. aku bisa mengakui setiap kesalahan yang aku lakukan. tapi kenapa masih ada orang yang tidak pernah tau dengan kesalahannya. percuma saja selama ini aku percaya bakal ada seseorang yang sama denganku. atau memang aku cukup bodoh? apa sih arti bodoh yang sebenarnya? satu hal yang paling aku tidak suka setiap ku mengajukan pertanyaan tidak ada yang menjawabnya. aku membenci perihal itu. kalau memang tidak tau jawaban ya bilang aja kan. tidak perlu rasanya membuat pernyataan lain yang malah membuat orang makin sakit hati. aku sudah cukup muak sekarang, berulang kali aku mendengar, aku adalah hal yang tidak penting bagi orang2 di sekitarku. sedang aku sendiri selalu menganggap mereka penting. okelah, sekarang aku sudah menyadari semua. mulai sekarang aku harus melihat orang lain bagian terendah dari orang yang tidak ku kenal. cukup tau keluarga, karena merekalah yang menganggap aku paling penting..

Sabtu, 14 April 2012

semangat baru,... !!


Hmm.. pagi yang indah dengan sejuta rencana yang harus ku tuliskan di atas kertas, mengingat daya ingat yang semakin berkurang ( cieehh nyadar.. ). Iyaa , memang kenyataannya begitu karena aku tidak fokus untuk satu hal. Susah kalau fikiran itu terbagi. Sehingga menjadikan beban. Okelah kalau beban terbagi rata selayaknya, tapi ini beban terpusat. Selalu 1 hal yang mengkoordinir hal lainnya untuk menghancurkan sistem pertahanan memori dan kesenangan aku. Whatever lah… yang penting hari ini tugas harus fix semua. Biar aku bisa tetap survive di sini.

buka semangat baru itu lagunya siapa yahh? ahh gak penting, yang penting lagu itu bisa membuat aku sedikit tertarik. sedikit ya, gak banyak.. soalnya aku memang selalu tertarik dengan lagu-lagu sendu. lebih membuat daya imajinasi aku keluar.

bicara soal imajinasi, aku jadi ingat dengan apa yang ada di fikiran aku. hal-hal aneh yang seakan-akan nampak nyata. asik sih. kayak nonton di fikiran sendiri. sayangnya akhir-akhir ini sering melihat hal buruk sehingga sering mimpi buruk. ah itu gak penting untuk di bahas di sini, masih ada hal yang lebih penting lagi. tapi kapan-kapan aja ya di bahas. lagi mau mandi duluuuu ..!!!

Kamis, 12 April 2012

uneg-uneg jum'at

       kalau ingin aku melupakanmu, maka jangan datang dan dekat denganku lagi. kalau itu yang paling kamu harapkan, hidup kamu akan tenang, tidak akan risih.. maka aku akan pergi. aku juga tidak mau tinggal di tempat yang sudah tidak menganggapku lagi, tidak menghargai aku sebagai manusia yang berperasaan. apapun yang kamu katakan sudah menjadi peluru dan pedang yang siap mengoyak hati dan perasaanku. aku tidak menuntut kamu untuk mengatakan kebohongan yang membahagiakan telinga aku. dan bersikap yang menyenangkan mata aku. karena aku masih punya hati yang bisa melihat mana yang tulus dan pura-pura tulus. sudah cukup. tidak perlu pura-pura peduli lagi denganku. tidak perlu merasa bersalah lagi. aku sudah jujur. bahkan hal yang tidak perlu aku bilang, tapi aku katakan. dan kamu cuma menganggap itu sebuah lelucon. aku mengerti. karena semua ini aku yang merasakan. kamu cuma melihat secara subjektif. aku sudah yakin dengan keputusanku. dan jangan mengubahnya lagi. karena kenyataannya, setiap yang aku lakukan selalu kamu juga yang membuat aku ragu melakukannya. always n always. tidak ada perubahan sama sekali, kamu cuma nafsi-nafsi kepadaku. ya. aku paham. kalau kamu menganggap ini sebagai kesalahanku. aku terima. karena aku memang orang yang selalu bermasalah. satu hal. kalau memang aku tidak penting. jangan bersikap seolah aku ini ada. anggap saja aku tidak ada. satu hal lagi. ini bukan perubahan fisika yang masih bisa kembali ke bentuk semula. ini sudah berubah. aku tidak bisa menjadi temanmu. bukan karena aku egois. tapi jujur, aku bukan orang yang mudah menerima sebuah permintaan maaf yang tidak tulus. sekalipun aku selalu memaafkan kamu. tapi kalau kamu tidak menyadari suatu hal yang sangat aku inginkan kamu menyadarinya. tapi ya sudahlah. ini sebenarnya adalah pilihanmu. bukan pilihanku. dan akan tetap aku jalani.

sindrom kebingungan

       inilah yang sedang aku alami. suatu keadaan tidak pasti dan penuh dengan ketidakjelasan. ini terjadi, karena ini aku, sesuai dengan cara aku menghadapi suatu masalah yang menimpa aku. ini sudah pernah terjadi tiga tahun yang lalu. keadaan ini membuat aku susah untuk bernafas. mencoba untuk tetap survive, tapi cuma untuk beberapa hari saja. selanjutnya, kembali 'kumat'.
aku sudah sangat lelah dengan ini semua. ini memang sebuah keluhan. bahkan dari hati. keluhan yang setiap manusia normal pernah melakukannya. untuk saat ini tiada yang bisa aku lakukan. selain menunggu petunjuk Tuhan, selagi aku juga memikirkan cara yang paling tepat untuk menghadapi ini semua. pilihan sudah ada, bahkan terlalu banyak, aku tidak bisa mengatakan ' i have no choice', semua itu membuat aku semakin bingung. di sini ku butuh seseorang yang bisa membantu untuk memecahkan masalah aku. kalau bisa yang aku anggap orangtua, karena aku tidak mungkin menceritakan semua ini kepada orang tua biologis aku.
kapan ini berakhir? setiap hal yang sudah aku yakinkan, waktu membuatnya terlupakan begitu saja. aku sama sekali tidak ingat dengan solusi yang telah aku ambil. masalah tetaplah masalah. jadilah sekarang aku orang yang pesimis, tidak bersemangat, kacau. untuk saat ini aku tidak mau mendengar kabar apapun. spot jantung tiap hari. sudah cukup. semua sudah kehendak-Nya. akan ada jalan, tapi kalau aku tidak berusaha mencari jalan tersebut semua sama aja. semua akan lambat. aku ingin melakukan semua dengan hati. memang harus dilakukan dengan hati. aku ingin untuk tidak berada di sini, aku harus memulihkan kesehatan mental aku dulu, baru setelah itu aku kembali. tapi masalahnya, ini adalah sebuah perencanaan. dan aku tidak yakin melakukan ini. bagaimana kalau keadaan ini tidak berubah. aku akan tertelan oleh waktu. aku akan menjadi objek seperti dalam puisinya Chairil Anwar,,, 'menyesal'. hmm. apa yang harus aku lakukan? 'waiting?' for what?'

      harusnya aku menulis semua solusi yang sudah aku pikirkan dan aku yakini cukup bisa membantu. akhirnya lupa lagi sekarang. aku terlalu banyak mikir. iya. sudah pasti aku harus berpikir matang-matang. supaya aku tidak terpeleset dan menyesal. makin hari kepala pun makin sakit. keadaan aku akan semakin terpuruk. padahal orangtua sudah menanyakan kesanggupan aku, apakah masih sanggup untuk bertahan? dan mereka pasti akan mengiyakan jika aku meminta untuk pindah atau berhenti. karena ini adalah masa depan aku. haa? aku masih punya masa depan? tapi kenapa setiap saat aku membayangkannya semua itu tidak ada dalam otakku. tidak seperti dulu? aku tidak ingin membuat mereka kecewa. tapi aku juga tidak sanggup untuk bertahan. semua ini datang bertubi-tubi. mungkin ini semua karena aku selalu kecewa. dan merasa gagal.semua ini buruk untuk mental aku. dan tetap saja. aku masih menunggu, karena cuma itu yang paling bisa aku lakukan. karena option yang lainnya, akan segera merubah keadaan, dan bisa saja di luar kendali. memang menunggu itu lebih baik. entah sampai kapan. aku layaknya menunggu kematian sekarang. hal yang paling aku inginkan tapi aku takutkan. huuft.

     ada yang paling aku sesalkan dari mereka. kenapa mengaggap ini sebuah lelucon. setiap manusia itu berbeda. begitu pula dengan intensitas masalah mereka. apalagi kalau masalah itu menimpa orang skeptis dan spekulatif seperti aku. semua hal awalnya harus kontradiktif. aku harus benar-benar selektif dalam memilih. apapun itu. tidak ada yang namanya kebetulan. sering kali aku  mengingkari semua perasaan aku. dan aku bahkan tidak tau antara kebenaran di antaranya. ini yang membuat aku semakin bingung. bingung. dan bingung.

tentang kamu, yang 50:50

Minggu, 19 Februari 2012

Manusia Bodoh_Haruskah ku mati #Ada Band

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan s’lalu jadi satu
Kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang ulang kali
reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang
Dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Belum cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Repeat reff
Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini yakinku indah
Repeat reff
Tapi sampai kapankah ku harus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu

Haruskah Ku Mati_ada band

Bagaimana mestinya…
Membuatmu jatuh hati kepadaku
T’lah kutulis kan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kautau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu
Adakah keikhasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku
Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu
Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa ‘tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu
Ku t’lah menantimu hingga akhir masa